Fistula arteriovenosa adalah koneksi abnormal antara arteri
dan vena. Normalnya, darah mengalir dari arteri ke pembuluh darah
kapiler dan nutrisi serta oksigen dalam darah disalurkan dari kapiler
ke jaringan-jaringan dalam tubuh.
Orang yang menderita fistula arteriovenosa, darahnya
langsung mengalir dari arteri ke vena tanpa melewati beberapa kapiler.
Ketika kondisi ini terjadi, jaringan bawah kapiler yang tidak dilewati
kekurangan pasokan darah.
Penyebab fistula arteriovenosa meliputi:
1. Kateterisasi jantung
Jika jarum yang digunakan dalam kateterisasi melintasi arteri dan vena selama prosedur, arteri dapat melebar (dilatasi) dan menyebabkan kondisi fistula arteriovenosa.
2. Cedera yang menusuk kulit
Ada juga kemungkinan penyebab fistula arteriovenosa karena cedera yang menusuk kulit, seperti luka tembak atau luka tusuk.
3. Bawaan lahir
Meskipun penyebab pastinya belum jelas, fistula arteriovenosa jenis ini biasanya terjadi karena arteri dan vena tidak berkembang dengan baik sejak dalam rahim.
4. Kondisi genetik
Fistula arteriovenosa di paru-paru ( fistula arteriovenosa
paru) dapat disebabkan oleh penyakit genetik tertentu yang menyebabkan
pembuluh darah berkembang secara abnormal di seluruh tubuh, terutama di
paru-paru.
5. Operasi
Orang yang menderita gagal ginjal stadium akhir mungkin memiliki fistula arteriovenosa karena operasi terhadap gagal ginjal melibatkan pelebaran pembuluh darah (dialisis).
Gejala fistula arteriovenosa dapat meliputi:
1. Pembengkakan dan kemerahan di permukaan kulit
2. Keunguan pada kulit karena menonjolnya pembuluh darah, mirip dengan varises
3. Bengkak pada lengan atau kaki
4. Penurunan tekanan darah
5. Kelelahan
6. Gagal jantung
duniamedis
Senin, 13 Mei 2013
Fibrous dysplasia adalah gangguan pertumbuhan pada tulang
di mana tulang normal digantikan oleh jaringan fibrosa atau jaringan
parut. Dengan kata lain ketika tulangnya tumbuh, jaringan fibrosanya
ikut berkembang dan melemahkan tulang. Fibrous dysplasia dapat menyebabkan tulang yang terserang kondisi tersebut menjadi rusak dan rentan patah.
Sebagian besar penderita fibrous dysplasia telah terdiagnosis sejak remaja atau awal masa dewasa. Kondisi ini dapat menyerang tulang di bagian tubuh manapun, tapi yang paling sering terjadi pada tulang paha, tulang kering, tulang pinggul, tulang iga, tulang tengkorak, tulang wajah dan tulang lengan atas.
Fibrous dysplasia menyerang sejak bayi berada dalam kandungan dan perkembangannya seringkali dikaitkan dengan mutasi genetik pada sel-sel yang menghasilkan tulang. Tapi hingga kini tak ada yang tahu penyebab mutasi genetik tersebut, hanya saja fibrous dysplasia bukanlah penyakit keturunan.
Fibrous dysplasia takkan menimbulkan gejala tertentu, terutama jika kondisinya terbilang ringan. Kalaupun ada, gejala-gejala itu biasanya baru muncul ketika penderita menginjak remaja atau berusia 20-an tahun.
Gejala fibrous dysplasia yang parah diantaranya: nyeri tulang, sulit berjalan, deformitas atau kelainan bentuk pada tulan, dan patah tulang.
Penyakit ini bisa diberikan terapi berupa obat-obatan dan penyakit.
Sebagian besar penderita fibrous dysplasia telah terdiagnosis sejak remaja atau awal masa dewasa. Kondisi ini dapat menyerang tulang di bagian tubuh manapun, tapi yang paling sering terjadi pada tulang paha, tulang kering, tulang pinggul, tulang iga, tulang tengkorak, tulang wajah dan tulang lengan atas.
Fibrous dysplasia menyerang sejak bayi berada dalam kandungan dan perkembangannya seringkali dikaitkan dengan mutasi genetik pada sel-sel yang menghasilkan tulang. Tapi hingga kini tak ada yang tahu penyebab mutasi genetik tersebut, hanya saja fibrous dysplasia bukanlah penyakit keturunan.
Fibrous dysplasia takkan menimbulkan gejala tertentu, terutama jika kondisinya terbilang ringan. Kalaupun ada, gejala-gejala itu biasanya baru muncul ketika penderita menginjak remaja atau berusia 20-an tahun.
Gejala fibrous dysplasia yang parah diantaranya: nyeri tulang, sulit berjalan, deformitas atau kelainan bentuk pada tulan, dan patah tulang.
Penyakit ini bisa diberikan terapi berupa obat-obatan dan penyakit.
Probiotik atau bakteri baik sering ditemukan dalam yogurt. Bakteri baik
ini menjadi terkenal karena kebaikannya pada kesehatan manusia, salah
satunya menurunkan tingkat kolesterol jahat alias LDL.
Peneliti dari Kanada, Mitchell Jones, menemukan bahwa konsumsi probiotik dua kali sehari efektif menurunkan kadar LDL ataupun kolesterol total.
Jones meneliti apakah probiotik juga bisa menerunkan kadar kolesterol ester, molekul kolesterol yang menempel pada asam lemak. Kolesterol ester bersama dengan LDL merupakan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Penelitian melibatkan 127 orang dewasa yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Separuh responden diberikan L.reuteri NCIMB 30242, formula bakteri lactobasilus dua kali sehari, sementara sisanya diberikan kapsul plasebo.
Hasilnya setelah 9 minggu mereka yang mendapatkan probiotik kadar LDL-nya turun 11,6 persen dibandingkan dengan yang mendapat plasebo. Kolesterol ester juga turun sampai 6,3 persen dan kolesterol ester asam lemak jenuh turun 8,8 persen.
Selain itu, orang yang rajin makan probiotik itu juga mengalami penurunan kolesterol total sampai 9,1 persen. Sementara itu kadar kolesterol baik dan trigliseridanya tidak berubah.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa lactobasilus atau jenis bakteri baik menurunkan kolesterol dengan berbagai cara, salah satunya memecah bagian molekul yang disebut dengan asam empedu. Laktobasilus reuteri NCIMB 30242 sudah difermentasi dan diformulasi untuk meningkatkan efeknya pada kolesterol dan asam empedu.
Berdasarkan korelasi antara penurunan LDL dan pengukuran empedu di usus, penelitian menyimpulkan bahwa probiotik memecah asam empedu sehingga terjadi penurunan penyerapan kolesterol di usus dan penurunan LDL.
Untuk menurunkan kolesterol, dibutuhkan 200 miligram probiotik setiap hari, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan serat larut.
Peneliti dari Kanada, Mitchell Jones, menemukan bahwa konsumsi probiotik dua kali sehari efektif menurunkan kadar LDL ataupun kolesterol total.
Jones meneliti apakah probiotik juga bisa menerunkan kadar kolesterol ester, molekul kolesterol yang menempel pada asam lemak. Kolesterol ester bersama dengan LDL merupakan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Penelitian melibatkan 127 orang dewasa yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Separuh responden diberikan L.reuteri NCIMB 30242, formula bakteri lactobasilus dua kali sehari, sementara sisanya diberikan kapsul plasebo.
Hasilnya setelah 9 minggu mereka yang mendapatkan probiotik kadar LDL-nya turun 11,6 persen dibandingkan dengan yang mendapat plasebo. Kolesterol ester juga turun sampai 6,3 persen dan kolesterol ester asam lemak jenuh turun 8,8 persen.
Selain itu, orang yang rajin makan probiotik itu juga mengalami penurunan kolesterol total sampai 9,1 persen. Sementara itu kadar kolesterol baik dan trigliseridanya tidak berubah.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa lactobasilus atau jenis bakteri baik menurunkan kolesterol dengan berbagai cara, salah satunya memecah bagian molekul yang disebut dengan asam empedu. Laktobasilus reuteri NCIMB 30242 sudah difermentasi dan diformulasi untuk meningkatkan efeknya pada kolesterol dan asam empedu.
Berdasarkan korelasi antara penurunan LDL dan pengukuran empedu di usus, penelitian menyimpulkan bahwa probiotik memecah asam empedu sehingga terjadi penurunan penyerapan kolesterol di usus dan penurunan LDL.
Untuk menurunkan kolesterol, dibutuhkan 200 miligram probiotik setiap hari, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan serat larut.
Kanker kandung empedu adalah kanker yang terjadi pada kantong
empedu. Kantong empedu adalah organ kecil berbentuk buah pir di sisi
kanan perut, tepat di bawah hati. Kantong empedu menyimpan cairan
empedu yang dihasilkan oleh hati dan fungsinya untuk membantu sistem
pencernaan. Kanker kandung empedu jarang terjadi.
Diagnosis lebih dini terhadap kanker kandung empedu dapat mempermudah penyembuhan. Tapi kanker kandung empedu kebanyakan ditemukan ketika memasuki tahap akhir. Kanker kandung empedu sulit didiagnosis karena seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala yang spesifik.
Dokter mendiagnosis kanker kandung empedu kanker jika sel-sel kandung empedu mengembangkan perubahan (mutasi) dalam DNA. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh di luar kendali dan terus hidup. Sel-sel tersebut berkumpul dan membentuk tumor yang dapat tumbuh di luar kandung empedu dan menyebar ke area tubuh yang lain.
Tanda-tanda dan gejala kanker kandung empedu antara lain:
Diagnosis lebih dini terhadap kanker kandung empedu dapat mempermudah penyembuhan. Tapi kanker kandung empedu kebanyakan ditemukan ketika memasuki tahap akhir. Kanker kandung empedu sulit didiagnosis karena seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala yang spesifik.
Dokter mendiagnosis kanker kandung empedu kanker jika sel-sel kandung empedu mengembangkan perubahan (mutasi) dalam DNA. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh di luar kendali dan terus hidup. Sel-sel tersebut berkumpul dan membentuk tumor yang dapat tumbuh di luar kandung empedu dan menyebar ke area tubuh yang lain.
Tanda-tanda dan gejala kanker kandung empedu antara lain:
- Sakit perut, terutama di bagian kanan atas perut
- Perut kembung
- Rasa gatal
- Demam
- Kehilangan nafsu makan
- Kehilangan berat badan
- Mual
- Menguningnya kulit dan putih mata (jaundice)
Primary sclerosing cholangitis adalah peradangan saluran
empedu dalam hati yang menyebabkan pengerasan dan bekas luka pada
saluran empedu tersebut. Penyakit ini bersifat progresif yang
menyebabkan kerusakan hati dan akhirnya gagal hati.
Tidak jelas apa yang menyebabkan primary sclerosing cholangitis, tetapi diyakini dapat disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dalam melawan infeksi atau racun pada orang dengan kecenderungan untuk mengembangkan penyakit ini.
Primary sclerosing cholangitis lebih sering terjadi pada orang dengan beberapa kondisi medis lainnya, khususnya penyakit inflamasi usus. Tidak jelas bagaimana kaitan kedua kondisi ini, mungkin penyebabnya serupa.
Tanda dan gejala dari primary sclerosing cholangitis meliputi:
Primary sclerosing cholangitis berlangsung perlahan, tetapi biasanya berakhir dengan kegagalan hati dan memerlukan transplantasi hati. Belum ada obat yang telah terbukti memperlambat atau menyembuhkan kerusakan hati yang berhubungan dengan penyakit ini.
Tidak jelas apa yang menyebabkan primary sclerosing cholangitis, tetapi diyakini dapat disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dalam melawan infeksi atau racun pada orang dengan kecenderungan untuk mengembangkan penyakit ini.
Primary sclerosing cholangitis lebih sering terjadi pada orang dengan beberapa kondisi medis lainnya, khususnya penyakit inflamasi usus. Tidak jelas bagaimana kaitan kedua kondisi ini, mungkin penyebabnya serupa.
Tanda dan gejala dari primary sclerosing cholangitis meliputi:
- Sakit perut
- Panas dingin
- Diare
- Kelelahan
- Demam
- Rasa gatal
- Berat badan berkurang
- Mata dan kulit menguning (jaundice)
Primary sclerosing cholangitis berlangsung perlahan, tetapi biasanya berakhir dengan kegagalan hati dan memerlukan transplantasi hati. Belum ada obat yang telah terbukti memperlambat atau menyembuhkan kerusakan hati yang berhubungan dengan penyakit ini.
Sindrom Dressler adalah jenis perikarditis, peradangan kantung jantung (perikardium).
Penyebab sindrom Dressler ini diduga terkait dengan respon sistem kekebalan tubuh terhadap kerusakan jaringan jantung, seperti dari serangan jantung atau operasi jantung. Ketika tubuh terluka, sel-sel kekebalan tubuh dan protein yang disebut antibodi akan membersihkan dan memperbaiki daerah yang terluka tersebut.
Tapi kadang-kadang respon ini menyebabkan peradangan yang berlebihan pada kantung pembungkus jantung (perikardium).
Gejala cenderung muncul beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah serangan jantung, operasi atau cedera jantung lainnya. Gejala sindrom Dressler mungkin termasuk nyeri dada dan demam.
Pengobatan untuk sindrom Dressler bertujuan untuk mengelola rasa sakit dan mengurangi peradangan. Obat yang umum digunakan termasuk Aspirin, Ibuprofen, Naproxen.
Jika obat tersebut tidak membantu, obat berikut mungkin diresepkan:
Colchicine, adalah obat anti-inflamasi yang dapat digunakan untuk mengobati episode persisten atau berulang dari sindrom Dressler. Karena potensi efek samping, seperti diare dan sakit perut, perawatan ini bukan merupakan pilihan bagi sebagian orang.
Kortikosteroid, dapat menekan peradangan yang berhubungan dengan sindrom Dressler itu.
Penyebab sindrom Dressler ini diduga terkait dengan respon sistem kekebalan tubuh terhadap kerusakan jaringan jantung, seperti dari serangan jantung atau operasi jantung. Ketika tubuh terluka, sel-sel kekebalan tubuh dan protein yang disebut antibodi akan membersihkan dan memperbaiki daerah yang terluka tersebut.
Tapi kadang-kadang respon ini menyebabkan peradangan yang berlebihan pada kantung pembungkus jantung (perikardium).
Gejala cenderung muncul beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah serangan jantung, operasi atau cedera jantung lainnya. Gejala sindrom Dressler mungkin termasuk nyeri dada dan demam.
Pengobatan untuk sindrom Dressler bertujuan untuk mengelola rasa sakit dan mengurangi peradangan. Obat yang umum digunakan termasuk Aspirin, Ibuprofen, Naproxen.
Jika obat tersebut tidak membantu, obat berikut mungkin diresepkan:
Colchicine, adalah obat anti-inflamasi yang dapat digunakan untuk mengobati episode persisten atau berulang dari sindrom Dressler. Karena potensi efek samping, seperti diare dan sakit perut, perawatan ini bukan merupakan pilihan bagi sebagian orang.
Kortikosteroid, dapat menekan peradangan yang berhubungan dengan sindrom Dressler itu.
Gejala Kanker Leher Rahim – Gejala Kanker Serviks
– Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyakit yang sangat
berbahaya terutama bagi kaum wanita. Data WHO menunjukkan setiap
tahun angka kematian akibat kanker leher rahim sangat besar. Fakta lain
juga menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia yang terinfeksi virus
terjadi akibat hubungan seks bebas.
Penyebab kanker leher rahim atau kanker serviks adalah HPV (human papillomavirus). HPV adalah sebuah virus yang menyerang leher rahim dan merupakan penyebab utama pada kasus kanker serviks. HPV memerlukan waktu yang cukup lama (10 – 20 tahun) hingga menjadi kanker serviks. Seringkali pada proses penginfeksian ini tidak disadari oleh penderita.
Gejala kanker leher rahim
Pada stadium awal kanker leher rahim ini tidak menimbulkan gejala-gejala khusus. Pada stadium lanjut tanda-tanda kanker leher rahim berupa perdarahan di daerah vagina, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal yang berwarna kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah. Selain bereaksi terhadap gejala kanker serviks demikian, wanita di atas usia 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Untuk itu sebaiknya para wanita ini menjalankan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama pemeriksaan pada bagian payudara dan organ-organ rongga perut dan organ-organ rongga panggul. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan penyakit kanker serviks.
Penyebab kanker leher rahim
Ada beberapa penyebab kanker serviks yang sangat beresiko untuk kesehatan tubuh kita.
Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Vaksin HPV akan diberikan pada wanita yang berusia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.
Berhati – hatilah dengan gejala gejala abnormal seperti pendarahan dan keluarnya cairan yang tidak teratur, nyeri dan sebagainya. Itulah sedikit informasi mengenai Gejala Kanker Leher Rahim. Semoga bermanfaat
Penyebab kanker leher rahim atau kanker serviks adalah HPV (human papillomavirus). HPV adalah sebuah virus yang menyerang leher rahim dan merupakan penyebab utama pada kasus kanker serviks. HPV memerlukan waktu yang cukup lama (10 – 20 tahun) hingga menjadi kanker serviks. Seringkali pada proses penginfeksian ini tidak disadari oleh penderita.
Gejala kanker leher rahim
Pada stadium awal kanker leher rahim ini tidak menimbulkan gejala-gejala khusus. Pada stadium lanjut tanda-tanda kanker leher rahim berupa perdarahan di daerah vagina, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal yang berwarna kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah. Selain bereaksi terhadap gejala kanker serviks demikian, wanita di atas usia 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Untuk itu sebaiknya para wanita ini menjalankan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama pemeriksaan pada bagian payudara dan organ-organ rongga perut dan organ-organ rongga panggul. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan penyakit kanker serviks.
Penyebab kanker leher rahim
Ada beberapa penyebab kanker serviks yang sangat beresiko untuk kesehatan tubuh kita.
- Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati
- penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual
- Pemakaian pembalut yang mengandung bahan kimia. Salah satunya adalah bahan dioksin yang merupakan bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas
- Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih
Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Vaksin HPV akan diberikan pada wanita yang berusia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.
Berhati – hatilah dengan gejala gejala abnormal seperti pendarahan dan keluarnya cairan yang tidak teratur, nyeri dan sebagainya. Itulah sedikit informasi mengenai Gejala Kanker Leher Rahim. Semoga bermanfaat
Langganan:
Komentar (Atom)