Aphasia adalah gangguan yang menyebabkan penderita kesulitan untuk
berkomunikasi. Ini biasanya terjadi tiba-tiba, setelah stroke atau
cedera kepala. Tetapi bisa juga datang secara bertahap.
Aphasia dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengekspresikan dan
memahami bahasa, baik lisan maupun tertulis. Jumlah cacat tergantung
pada lokasi dan beratnya kerusakan otak yang penyebabnya. Menurut Afasia
National Association, kelainan menimpa sekitar satu di setiap 250
orang, paling sering orang tua.
Penyebab
Penyebab paling umum dari aphasia adalah kerusakan otak akibat stroke
(penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak). Ini merupakan
gangguan suplai darah yang dapat menyebabkan kematian sel otak atau
kerusakan di daerah otak yang berfungsi mengendalikan bahasa. Kerusakan
otak bisa disebabkan oleh cedera berat pada kepala, tumor, infeksi atau
proses degeneratif.
Gejala
Seseorang dengan aphasia dapat:
* Berbicara dalam kalimat pendek atau tidak lengkap
* Berbicara dalam kalimat-kalimat yang tidak masuk akal
* Tidak memahami pembicaraan orang lain
* Menafsirkan bahasa kiasan secara harfiah
* Menulis kalimat-kalimat yang tidak masuk akal
Pengobatan
Perawatan utama untuk aphasia adalah terapi wicara yang berfokus pada
belajar kembali dan mempraktekkan kemampuan berbahasa dan menggunakan
alternatif atau tambahan metode komunikasi. Anggota keluarga sering
berpartisipasi dalam proses terapi dan berfungsi sebagai mitra
komunikasi penderita aphasia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar