Senin, 13 Mei 2013

Fistula arteriovenosa adalah koneksi abnormal antara arteri dan vena. Normalnya, darah mengalir dari arteri ke pembuluh darah kapiler dan nutrisi serta oksigen dalam darah disalurkan dari kapiler ke jaringan-jaringan dalam tubuh.
Orang yang menderita fistula arteriovenosa, darahnya langsung mengalir dari arteri ke vena tanpa melewati beberapa kapiler. Ketika kondisi ini terjadi, jaringan bawah kapiler yang tidak dilewati kekurangan pasokan darah.
Penyebab fistula arteriovenosa meliputi:
1. Kateterisasi jantung
Jika jarum yang digunakan dalam kateterisasi melintasi arteri dan vena selama prosedur, arteri dapat melebar (dilatasi) dan menyebabkan kondisi fistula arteriovenosa.

2. Cedera yang menusuk kulit
Ada juga kemungkinan penyebab fistula arteriovenosa karena cedera yang menusuk kulit, seperti luka tembak atau luka tusuk.
3. Bawaan lahir
Meskipun penyebab pastinya belum jelas, fistula arteriovenosa jenis ini biasanya terjadi karena arteri dan vena tidak berkembang dengan baik sejak dalam rahim.
4. Kondisi genetik
Fistula arteriovenosa di paru-paru ( fistula arteriovenosa paru) dapat disebabkan oleh penyakit genetik tertentu yang menyebabkan pembuluh darah berkembang secara abnormal di seluruh tubuh, terutama di paru-paru.
5. Operasi
Orang yang menderita gagal ginjal stadium akhir mungkin memiliki fistula arteriovenosa karena operasi terhadap gagal ginjal melibatkan pelebaran pembuluh darah (dialisis).
Gejala fistula arteriovenosa dapat meliputi:
1. Pembengkakan dan kemerahan di permukaan kulit
2. Keunguan pada kulit karena menonjolnya pembuluh darah, mirip dengan varises
3. Bengkak pada lengan atau kaki
4. Penurunan tekanan darah
5. Kelelahan
6. Gagal jantung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar