Senin, 13 Mei 2013

Menghancurkan Sel Kanker-Tumor
Ada 2 rumah sakit ternama di Asia, yaitu Elizabeth Hospital di Singapura dan Penang Hospital di Malaysia. Apa sebenarnya yang membuat 2 rumah sakit ini menjadi incaran para penderita kanker. Kita mengenal 14 jenis kanker, dari kanker usus besar, prostat, paru-paru dan lain-lain. Penanganan yang professional sampai dengan peralatan yang memiliki tekhnologi terkini. Hal ini pasti menjadi market tersendiri bagi beberapa rumah sakit, baik diluar negeri maupun di dalam negeri. Kita ambil satu contoh, yaitu di rumah sakit Penang, Malaysia. Satu khabar yang menggembirakan bahwa rumah sakit ini telah memadukan system pengobatan, yaitu medis (kimia) dengan herbal (natural). Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa kedua jenis pengobatan itu kalau dipadukan akan memberi hasil yang maksimal. Perlu diakui ada beberapa tipikal masyarakat yang lebih menyukai model pengobatan medis, tetapi dibeberapa daerah ada yang lebih fanatic pada pengobatan herbal (tidak memiliki efek kimiawi). Beberapa solusi yang dapat diketengahkan disini adalah, ada penyakit yang harus atau sesegera mungkin diberi penanganan dengan obat-obatan medis tetapi juga ada penyakit yang dapat disembuhkan secara herbal (suplemen dari tumbuh-tumbuhan ataupun buah-buahan).
Apabila kita melihat dengan baik, maka kedepan 2 model pengobatan ini menjadi sangat populer. Mari kita lihat beberapa pabrikan telah melirik obat-obatan herbal mulai diproduksi. Bukan tidak mungkin model pengobatan herbal yang lebih tradisonal, higienis tetapi diproduksi dengan tehnologi yang tinggi akan menjawab kebutuhan masyarakat. Bahan-bahan dasar yang ada ditanah air tercinta ini adalah bumi bagi kita. Artinya, apabila kita mampu mengembangkan seluruh tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang ada dengan system pengolahan yang baik dan higienis maka Indonesia akan menjadi salah satu Negara yang diminati bahkan menjadi central pengembangan obat-obatan herbal.
Herbal sebenarnya bukanlah obat, herbal lebih pada makanan ataupun makanan suplemen. Maksudnya adalah mengkonsumsi herbal adalah mengkonsumsi makanan dan minuman 4 sehat. Hal ini berguna untuk memberikan asupan nutrisi pada tubuh manusia. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan; pertama pola makan yang sehat dan baik, kedua; olahraga yang teratur kurang lebih 5 s.d 15 menit (min. jalan kaki) dan yang ketiga istirahat yang cukup. Herbal ataupun suplemen menjadi asupan bagi tubuh kita sehingga memampukan seluruh organ berfungsi dengan baik. Sebagai salah satu contoh prodak dari PT. Bintang Sejagat International yang meluncurkan K-Muricata yang ingrediennya Daun Sirsak dan Keladi Tikus. Ada 30 jenis daun sirsak di muka bumi ini dan yang memiliki kandung senyawa fitokimia yang disebut ANNOCEOUS ACETOGENINS, yaitu senyawa yang mampu 10.000 kali menghancurkan sel tumor dan kanker daripada zat yang terdapat dalam pengobatan KEMOTERAPI yaitu ZAT ADRIAMYCIN. Zat Acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker seperti : Kanker Usus, Tiroid, Prostat, Paru-paru, Pankreas dan Payudara. Testimony dari sekian banyak masyarakat yang menggunakan K-Muricata dapat berefek positif dalam pemulihan dan kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Bahkan sebagian masyarakat yang telah mengenal prodak ini, memiliki slogan “apapun penyakitnya K-Murikata obatnya”.

13668578931896142255
dok. indri j (paduan Daun Sirsak dan Keladi Tikus pertama di dunia)
Jadi tidak semua daun sirsak yang ada disekitar kita memiliki kandungan acetogenins. Terlebih pohon ataupun daun sirsak yang ada di kota biasanya telah terindikasi oleh polusi. Salah satu jenis ini banyak terdapat di Garut, Jawa Barat. Apabila salah dalam mengolahnyapun akan mengakibatkan hasil yang kurang maksimal. Pemanasan terhadap daun sirsak yang tidak pada porsinya akan mendatangkan tannin, yaitu senyawa racun. Memang kembali pada konteksnya hanya tehnologilah yang mampu memisahkan tannin (racun) dalam daun sirsak sehingga dapat dikonsumsi secara aman.
Beberapa waktu belakangan ini kita banyak mengupas salah satu tumbuhan selain daun sirsak adalah keladi tikus. Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah Jawa Tengah, seperti ; Bantul, Jogja, Magelang, Solo, Pekalongan dan lain-lain. Tanaman ini untuk pertama kalinya thn 1995 telah diriset oleh Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Senyawa yang terdapat dalam keladi tikus apabila di gabung (mix) dengan daun sirsak akan menghasilkan ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar