ekanan darah tinggi ternyata bisa diturunkan atau dinormalkan kembali dengan mengonsumsi kismis. Makan segenggam kismis dipercaya bisa menurunkan tekanan darah. Hal ini didasari oleh hasil suatu penelitian seperti yang dilansir sciencedaily, Senin 2 April 2012.
Menurut penelitian tersebut, makan kismis 3 kali sehari mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
Dan seperti yang dikatakan Dr. Bays Harold, seorang peneliti utama
tersebut dan juga presiden direktur di L-MARC (Louisville Metabolic and
Atherosclerosis Research Center), bahwa kismis merupakan makanan ringan yang sangat baik dikonsumsi jika dibandingkan dengan kerupuk dan makanan ringan lainnya.
Pada penelitian tersebut, Dr. Bay dan timnya melakukan uji klinis
untuk mengetahui perbandingan efek pengonsumsian kismis dibandingkan
makanan-makanan ringan lainnya terhadap tekanan darah. 46 orang pria dan wanita dengan tekanan darah sedikit lebih tinggi(prehipertensi) dari tekanan darah normal, dilibatkan pada penelitian ini.
Para peserta diacak dan ditugaskan untuk makan kismis, buah, dan
sayuran, yang per porsinya memiliki jumlah kalori yang sama, dengan
frekuensi tiga kali sehari selama 12 minggu. Penelitian ini memakai
obyek pembeda individu, aktivitas fisik, dan juga nutrisi.
Tekanan darah atas (sistolik) orang yang mengonsumsi kismis telah
berkurang di minggu ke 4,8, dan 12 mulai dari -4,8 hingga -7,2 persen.
Berdasarkan studi tersebut, Selain dapat mengurangi tekanan sistolik,
ternyata kismis juga dapat mengurangi rata-rata tekanan darah diastolik
(bawah). Untuk makanan
ringan selain kismis seperti kue ataupun biskuit tidak mampu mengurangi
tekanan darah sistolik atau diastolik secara signifikan.
Menurut Dr. Bays, makanan alami mempunyai manfaat kesehatan lebih
baik dibanding makanan olahan. Kismis memiliki kandungan kalium yang
dipercaya mampu menurunkan tekanan darah.
Selain itu, kismis juga mengandung serat yang baik yang berfungsi
mengubah biokimia pada pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi tekanan
darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar