Fibrous dysplasia adalah gangguan pertumbuhan pada tulang
di mana tulang normal digantikan oleh jaringan fibrosa atau jaringan
parut. Dengan kata lain ketika tulangnya tumbuh, jaringan fibrosanya
ikut berkembang dan melemahkan tulang. Fibrous dysplasia dapat menyebabkan tulang yang terserang kondisi tersebut menjadi rusak dan rentan patah.
Sebagian besar penderita fibrous dysplasia telah
terdiagnosis sejak remaja atau awal masa dewasa. Kondisi ini dapat
menyerang tulang di bagian tubuh manapun, tapi yang paling sering
terjadi pada tulang paha, tulang kering, tulang pinggul, tulang iga,
tulang tengkorak, tulang wajah dan tulang lengan atas.
Fibrous dysplasia menyerang sejak bayi berada dalam kandungan dan
perkembangannya seringkali dikaitkan dengan mutasi genetik pada sel-sel
yang menghasilkan tulang. Tapi hingga kini tak ada yang tahu penyebab
mutasi genetik tersebut, hanya saja fibrous dysplasia bukanlah penyakit keturunan.
Fibrous dysplasia takkan menimbulkan gejala tertentu,
terutama jika kondisinya terbilang ringan. Kalaupun ada, gejala-gejala
itu biasanya baru muncul ketika penderita menginjak remaja atau berusia
20-an tahun.
Gejala fibrous dysplasia yang parah diantaranya: nyeri tulang, sulit berjalan, deformitas atau kelainan bentuk pada tulan, dan patah tulang.
Penyakit ini bisa diberikan terapi berupa obat-obatan dan penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar