Senin, 13 Mei 2013

Fibrous dysplasia adalah gangguan pertumbuhan pada tulang di mana tulang normal digantikan oleh jaringan fibrosa atau jaringan parut. Dengan kata lain ketika tulangnya tumbuh, jaringan fibrosanya ikut berkembang dan melemahkan tulang. Fibrous dysplasia dapat menyebabkan tulang yang terserang kondisi tersebut menjadi rusak dan rentan patah.
Sebagian besar penderita fibrous dysplasia telah terdiagnosis sejak remaja atau awal masa dewasa. Kondisi ini dapat menyerang tulang di bagian tubuh manapun, tapi yang paling sering terjadi pada tulang paha, tulang kering, tulang pinggul, tulang iga, tulang tengkorak, tulang wajah dan tulang lengan atas.
Fibrous dysplasia menyerang sejak bayi berada dalam kandungan dan perkembangannya seringkali dikaitkan dengan mutasi genetik pada sel-sel yang menghasilkan tulang. Tapi hingga kini tak ada yang tahu penyebab mutasi genetik tersebut, hanya saja fibrous dysplasia bukanlah penyakit keturunan.
Fibrous dysplasia takkan menimbulkan gejala tertentu, terutama jika kondisinya terbilang ringan. Kalaupun ada, gejala-gejala itu biasanya baru muncul ketika penderita menginjak remaja atau berusia 20-an tahun.
Gejala fibrous dysplasia yang parah diantaranya: nyeri tulang, sulit berjalan, deformitas atau kelainan bentuk pada tulan, dan patah tulang.
Penyakit ini bisa diberikan terapi berupa obat-obatan dan penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar