Senin, 13 Mei 2013

Fistula arteriovenosa adalah koneksi abnormal antara arteri dan vena. Normalnya, darah mengalir dari arteri ke pembuluh darah kapiler dan nutrisi serta oksigen dalam darah disalurkan dari kapiler ke jaringan-jaringan dalam tubuh.
Orang yang menderita fistula arteriovenosa, darahnya langsung mengalir dari arteri ke vena tanpa melewati beberapa kapiler. Ketika kondisi ini terjadi, jaringan bawah kapiler yang tidak dilewati kekurangan pasokan darah.
Penyebab fistula arteriovenosa meliputi:
1. Kateterisasi jantung
Jika jarum yang digunakan dalam kateterisasi melintasi arteri dan vena selama prosedur, arteri dapat melebar (dilatasi) dan menyebabkan kondisi fistula arteriovenosa.

2. Cedera yang menusuk kulit
Ada juga kemungkinan penyebab fistula arteriovenosa karena cedera yang menusuk kulit, seperti luka tembak atau luka tusuk.
3. Bawaan lahir
Meskipun penyebab pastinya belum jelas, fistula arteriovenosa jenis ini biasanya terjadi karena arteri dan vena tidak berkembang dengan baik sejak dalam rahim.
4. Kondisi genetik
Fistula arteriovenosa di paru-paru ( fistula arteriovenosa paru) dapat disebabkan oleh penyakit genetik tertentu yang menyebabkan pembuluh darah berkembang secara abnormal di seluruh tubuh, terutama di paru-paru.
5. Operasi
Orang yang menderita gagal ginjal stadium akhir mungkin memiliki fistula arteriovenosa karena operasi terhadap gagal ginjal melibatkan pelebaran pembuluh darah (dialisis).
Gejala fistula arteriovenosa dapat meliputi:
1. Pembengkakan dan kemerahan di permukaan kulit
2. Keunguan pada kulit karena menonjolnya pembuluh darah, mirip dengan varises
3. Bengkak pada lengan atau kaki
4. Penurunan tekanan darah
5. Kelelahan
6. Gagal jantung
Fibrous dysplasia adalah gangguan pertumbuhan pada tulang di mana tulang normal digantikan oleh jaringan fibrosa atau jaringan parut. Dengan kata lain ketika tulangnya tumbuh, jaringan fibrosanya ikut berkembang dan melemahkan tulang. Fibrous dysplasia dapat menyebabkan tulang yang terserang kondisi tersebut menjadi rusak dan rentan patah.
Sebagian besar penderita fibrous dysplasia telah terdiagnosis sejak remaja atau awal masa dewasa. Kondisi ini dapat menyerang tulang di bagian tubuh manapun, tapi yang paling sering terjadi pada tulang paha, tulang kering, tulang pinggul, tulang iga, tulang tengkorak, tulang wajah dan tulang lengan atas.
Fibrous dysplasia menyerang sejak bayi berada dalam kandungan dan perkembangannya seringkali dikaitkan dengan mutasi genetik pada sel-sel yang menghasilkan tulang. Tapi hingga kini tak ada yang tahu penyebab mutasi genetik tersebut, hanya saja fibrous dysplasia bukanlah penyakit keturunan.
Fibrous dysplasia takkan menimbulkan gejala tertentu, terutama jika kondisinya terbilang ringan. Kalaupun ada, gejala-gejala itu biasanya baru muncul ketika penderita menginjak remaja atau berusia 20-an tahun.
Gejala fibrous dysplasia yang parah diantaranya: nyeri tulang, sulit berjalan, deformitas atau kelainan bentuk pada tulan, dan patah tulang.
Penyakit ini bisa diberikan terapi berupa obat-obatan dan penyakit.
Probiotik atau bakteri baik sering ditemukan dalam yogurt. Bakteri baik ini menjadi terkenal karena kebaikannya pada kesehatan manusia, salah satunya menurunkan tingkat kolesterol jahat alias LDL.

Peneliti dari Kanada, Mitchell Jones, menemukan bahwa konsumsi probiotik dua kali sehari efektif menurunkan kadar LDL ataupun kolesterol total.

Jones meneliti apakah probiotik juga bisa menerunkan kadar kolesterol ester, molekul kolesterol yang menempel pada asam lemak. Kolesterol ester bersama dengan LDL merupakan faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penelitian melibatkan 127 orang dewasa yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Separuh responden diberikan L.reuteri NCIMB 30242, formula bakteri lactobasilus dua kali sehari, sementara sisanya diberikan kapsul plasebo.

Hasilnya setelah 9 minggu mereka yang mendapatkan probiotik kadar LDL-nya turun 11,6 persen dibandingkan dengan yang mendapat plasebo. Kolesterol ester juga turun sampai 6,3 persen dan kolesterol ester asam lemak jenuh turun 8,8 persen.

Selain itu, orang yang rajin makan probiotik itu juga mengalami penurunan kolesterol total sampai 9,1 persen. Sementara itu kadar kolesterol baik dan trigliseridanya tidak berubah.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa lactobasilus atau jenis bakteri baik menurunkan kolesterol dengan berbagai cara, salah satunya memecah bagian molekul yang disebut dengan asam empedu. Laktobasilus reuteri NCIMB 30242 sudah difermentasi dan diformulasi untuk meningkatkan efeknya pada kolesterol dan asam empedu.

Berdasarkan korelasi antara penurunan LDL dan pengukuran empedu di usus, penelitian menyimpulkan bahwa probiotik memecah asam empedu sehingga terjadi penurunan penyerapan kolesterol di usus dan penurunan LDL.

Untuk menurunkan kolesterol, dibutuhkan 200 miligram probiotik setiap hari, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan serat larut.
Kanker kandung empedu adalah kanker yang terjadi pada kantong empedu. Kantong empedu adalah organ kecil berbentuk buah pir di sisi kanan perut, tepat di bawah hati. Kantong empedu menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati dan fungsinya untuk membantu sistem pencernaan. Kanker kandung empedu jarang terjadi.
Diagnosis lebih dini terhadap kanker kandung empedu dapat mempermudah penyembuhan. Tapi kanker kandung empedu kebanyakan ditemukan ketika memasuki tahap akhir. Kanker kandung empedu sulit didiagnosis karena seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala yang spesifik.
Dokter mendiagnosis kanker kandung empedu kanker jika sel-sel kandung empedu mengembangkan perubahan (mutasi) dalam DNA. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh di luar kendali dan terus hidup. Sel-sel tersebut berkumpul dan membentuk tumor yang dapat tumbuh di luar kandung empedu dan menyebar ke area tubuh yang lain.
Tanda-tanda dan gejala kanker kandung empedu antara lain:
  • Sakit perut, terutama di bagian kanan atas perut
  • Perut kembung
  • Rasa gatal
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan berat badan
  • Mual
  • Menguningnya kulit dan putih mata (jaundice)
Primary sclerosing cholangitis adalah peradangan saluran empedu dalam hati yang menyebabkan pengerasan dan bekas luka pada saluran empedu tersebut. Penyakit ini bersifat progresif yang menyebabkan kerusakan hati dan akhirnya gagal hati.
Tidak jelas apa yang menyebabkan primary sclerosing cholangitis, tetapi diyakini dapat disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dalam melawan infeksi atau racun pada orang dengan kecenderungan untuk mengembangkan penyakit ini.
Primary sclerosing cholangitis lebih sering terjadi pada orang dengan beberapa kondisi medis lainnya, khususnya penyakit inflamasi usus. Tidak jelas bagaimana kaitan kedua kondisi ini, mungkin penyebabnya serupa.
Tanda dan gejala dari primary sclerosing cholangitis meliputi:
  1. Sakit perut
  2. Panas dingin
  3. Diare
  4. Kelelahan
  5. Demam
  6. Rasa gatal
  7. Berat badan berkurang
  8. Mata dan kulit menguning (jaundice)
Pengobatan untuk primary sclerosing cholangitis berfokus dengan mengurangi tanda-tanda dan gejala dari penyakit, seperti pengobatan terhadap gatal dan infeksi.
Primary sclerosing cholangitis berlangsung perlahan, tetapi biasanya berakhir dengan kegagalan hati dan memerlukan transplantasi hati. Belum ada obat yang telah terbukti memperlambat atau menyembuhkan kerusakan hati yang berhubungan dengan penyakit ini.
Sindrom Dressler adalah jenis perikarditis, peradangan kantung jantung (perikardium).
Penyebab sindrom Dressler ini diduga terkait dengan respon sistem kekebalan tubuh terhadap kerusakan jaringan jantung, seperti dari serangan jantung atau operasi jantung. Ketika tubuh terluka, sel-sel kekebalan tubuh dan protein yang disebut antibodi akan membersihkan dan memperbaiki daerah yang terluka tersebut.
Tapi kadang-kadang respon ini menyebabkan peradangan yang berlebihan pada kantung pembungkus jantung (perikardium).
Gejala cenderung muncul beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah serangan jantung, operasi atau cedera jantung lainnya. Gejala sindrom Dressler mungkin termasuk nyeri dada dan demam.
Pengobatan untuk sindrom Dressler bertujuan untuk mengelola rasa sakit dan mengurangi peradangan. Obat yang umum digunakan termasuk Aspirin, Ibuprofen, Naproxen.
Jika obat tersebut tidak membantu, obat berikut mungkin diresepkan:
Colchicine, adalah obat anti-inflamasi yang dapat digunakan untuk mengobati episode persisten atau berulang dari sindrom Dressler. Karena potensi efek samping, seperti diare dan sakit perut, perawatan ini bukan merupakan pilihan bagi sebagian orang.
Kortikosteroid, dapat menekan peradangan yang berhubungan dengan sindrom Dressler itu.
Gejala Kanker Leher RahimGejala Kanker Serviks – Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyakit yang sangat berbahaya terutama bagi kaum wanita.  Data WHO menunjukkan setiap tahun angka kematian akibat kanker leher rahim sangat besar. Fakta lain juga menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia yang terinfeksi virus  terjadi  akibat hubungan seks bebas.
Penyebab kanker leher rahim atau kanker serviks adalah HPV (human papillomavirus). HPV adalah sebuah virus  yang menyerang leher rahim dan merupakan penyebab utama pada kasus kanker serviks.  HPV memerlukan waktu yang cukup lama (10 – 20 tahun) hingga menjadi kanker serviks. Seringkali pada proses penginfeksian ini tidak disadari oleh penderita.
Gejala kanker leher rahim
Pada stadium awal kanker leher rahim ini tidak menimbulkan gejala-gejala khusus. Pada stadium lanjut tanda-tanda kanker leher rahim berupa  perdarahan di daerah vagina, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal yang berwarna kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah. Selain bereaksi terhadap gejala kanker serviks demikian, wanita di atas usia 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Untuk itu sebaiknya para wanita ini menjalankan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama pemeriksaan pada bagian payudara dan organ-organ rongga perut dan organ-organ rongga panggul. Hal ini dilakukan sebagai pencegahan penyakit kanker serviks.
Penyebab kanker leher rahim
Ada beberapa penyebab kanker serviks yang sangat beresiko untuk kesehatan tubuh kita.
  • Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati
  • penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual
  • Pemakaian pembalut yang mengandung bahan kimia. Salah satunya adalah bahan dioksin yang merupakan bahan pemutih yang digunakan untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas
  • Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih
Pencegahan kanker leher rahim
Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Vaksin HPV akan diberikan pada wanita yang berusia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam.
Berhati – hatilah dengan gejala gejala abnormal seperti pendarahan dan keluarnya cairan yang tidak teratur, nyeri dan sebagainya. Itulah sedikit informasi mengenai Gejala Kanker Leher Rahim. Semoga bermanfaat
Macam-Macam Penyakit Pada Sistem Reproduksi ManusiaJenis Penyakit Reproduksi Manusia – Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sama halnya dengan organ-organ lainnya, sistem reproduksi manusia juga dapat mengalami gangguan disebabkan oleh kelainan hormonal maupun infeksi kuman seperti bakteri dan jamur. Berikut beberapa macam-macam penyakit pada sistem reproduksi manusia
  • Epididimistis, yakni adanya infeksi pada saluran epididimis ( ductus epididimis ) pada alat reproduksi dalam pria
  • Herpes, penyakit karena infeksi virus herpes yang mengakibatkan rasa gatal-gatal dan sakit di sekitar alat kelamin
  • Hipogonadisme, yaitu penurunan fungsi testis karena gangguan hormonal. Bisa mengakibatkan infertilitas, impotensi serta tidak munculnya tanda-tanda “kepriaan / kejantanan” seperti tidak munculnya kumis, suara seperti wanita dll.
  • Kencing nanah ( Gonorrhea ), yakni penyakit kelamin yang disebabkan oleh adanya infeksi bacteri Neisseria gonorrhoea yang dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Penyakit ini tergolong PMS ( Penyakit Menular Seksual ), karena penularan terjadi melalui hubungan seksual secara bebas.
  • Kriptorkidisme, yaitu terjadinya kegagalan testis turun dari rongga abdomen ke dalam skortum pada waktu bayi
  • Orkitis, yaitu peradangan pada testis karena infeksi virus
  • Prostatitis, yaitu terjadinya peradangan pada kelenjar prostat yang bisa disebabkan oleh adanya infeksi mikroba patogen
  • Raja Singa ( Sifilis ), yaitu penyakit pada alat kelamin karena infeksi bacteri Treponema pallidum yang bisa menyebabkan rasa perih pada alat kelamin. Penyakit ini tergolong PMS seperti kencing nanah.
  • Uretritis, yaitu peradangan pada uretra ( saluran sperma ) karena infeksi mikroba patogen dari jenis Chlamidia sp ataupun Ureplasma sp.
  • Impotensi, yaitu gangguan sistem reproduksi pada pria yang ditandai dengan tidak adanya kemampuan alat kelamin ( penis ) untuk menegang.
  • Ejakulasi dini ( ED ), yaitu gangguan seksual  pada pria dimana proses ejakulasi tidak bisa dikendalikan.
Penyakit Jantung adalah salah satu penyakit yang sering mengancam orang yang sudah berumur dan juga para wanita di usia menopause. Oleh sebab itu, dibutuhkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit jantung yang terus mengancam. Bagi anda para wanita yang telah menopause, ada beberapa saran dari seorang ahli diet dan diabetes, Sunita Pathania, untuk menghindari penyakit ini, beberapa diantaranya adalah :
1. Kontrol berat badan
Menjaga berat badan anda tetap ideal adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit jantung. Hal ini karena jika anda sampai mengalami obesitas atau kenaikan berat badan, maka risiko akan serang jantung semakin meningkat. Anda dianjurkan untuk memperhatikan pola dan juga jumlah asupan konsumsi anda. Pilihlah makanan-makanan yang kaya serat dan rendah lemak. Juga, perbanyaklah mengonsumsi buah segar, sayuran hijau, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
2. Merokok
Mungkin sudah tidak terhitung lagi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh aktivitas merokok. Salah satunya adalah dapat menyebabkan penyakit jantung. Merokok diketahui dapat meningkatkan risiko serangan penyakit jantung sebanyak dua kali lipat. Bila anda bukan seorang perokok, sebaiknya anda menjauh dari lingkungan para perokok. Hal ini dikarenakan perokok pasif juga memiliki risiko yang besar untuk mengalami penyakit jantung.
3. Olahraga
Cobalah beraktivitas fisik atau berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, beberapa kali dalam seminggu. Olahraga telah terbukti dan sangat efisien untuk membantu memompa darah ke seluruh tubuh dan juga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan lain seperti kolesterol, stres, hingga tekanan darah tinggi.
4. Periksa kondisi kesehatan
Periksalah kondisi kesehatan anda secara berkala, setidaknya dua kali dalam setahun. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah anda mempunyai gejala-gejala penyakit tertentu yang dapat dikurangi risikonya sedini mungkin.
Air seni bukan hanya sekadar cairan sisa metabolisme yang dikeluarkan dari dalam tubuh, namun juga merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan kondisi kesehatan tubuh seseorang. Menurut para ahli, ada beberapa hal terkait kesehatan tubuh yang dapat dilihat dari air seni, diantaranya adalah :
1. Kehamilan
Bukan sesuatu yang baru bila kehamilan dapat diketahui dengan menguji air seni. Saat wanita hamil, umumnya rahim mulai mengeluarkkan hCG (hormon Chorionic Gonadotropin). Hormon inilah yang umumnya terdeteksi melalui tes kehamilan. Selain itu, meningkatnya frekuensi buang air kecil dan bau air seni yang menyengat juga merupakan beberapa tanda-tanda kehamilan.
2. Terlalu banyak makan buah atau sayuran tertentu
Ada beberapa jenis buah dan sayuran seperti wortel, blackberry, buah bits, atau pisang, dimana makanan tersebut dapat meninggalkan jejak melalui air seni yang dikeluarkan. Air seni anda dapat berubah warna menjadi jingga, ungu, atau merah bila anda mengonsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung zat pewarna alami atau karoten. Namun demikian, anda tidak perlu cemas, sebab hal tersebut tidak berdampak apa-apa terhadap kesehatan anda.
3. Cedera pada saluran kencing atau pembuangan
Apabila anda melihat darah merah di air seni anda, hal ini menandakan jika ginjal ataupun saluran pembuangan di tubuh anda sedang mengalami cedera. Bisa saja anda mempunyai penyakit diabetes atau batu ginjal. Apabila anda seorang wanita berusia lebih dari 35 tahun dan sedang menstruasi berat kemudian diikuti dengan meningkatnya frekuensi buang air kecil, maka hal tersebut bisa saja anda mempunyai tumor dalam kandung kemih. Apapun itu, hal-hal kecil yang bagi anda terlihat aneh seperti adanya darah hingga bau urin yang tidak biasa, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.
4. Infeksi saluran kemih
Apabila anda merasakan sensasi seperti terbakar di bagian vital, maka ada kemungkinan anda terkena infeksi saluran kemih. Warna urin yang berubah warna menjadi keruh dan baunya tidak sedap juga merupakan salah satu indikator anda mengalami infeksi saluran kemih. Selain itu ada juga beberapa gejala lain yang menyebabkan infeksi tersebut diantaranya adalah sakit punggung & pinggang, rasa dingin, dan demam. Bila anda mengalami gejala-gejala tersebut, bergegaslah untuk memeriksakan diri ke dokter.
5. Kekurangan cairan
Warna urin yang keruh disertai bau yang tajam bisa menjadi salah satu indikator bahwa tubuh anda kekurangan cairan. Kurangnya cairan pada tubuh bisa berdampak pada menurunnya kesehatan anda. Oleh sebab itu, penuhilah kebutuhan cairan yang diperlukan tubuh anda dengan mengonsumsi 8 gelas air setiap harinya. Namun hal tersebut tidak mutlak harus minum 8 gelas setiap hari, karena anda bisa juga mendapatkan cairan dari buah, sayur, makanan, dan sebagainya.
Penyakit lupus dapat menyerang berbagai organ tubuh, secara umum Lupus dibedakan menjadi dua yaitu Lupus Eritematosus Sistematik (LES) dan Lupus Eritematosus Diskoid (LED). LES pada umumnya menyerang organ tubuh bagian dalam seperti ginjal, liver, jantung, dan lainnya dan juga persendian. Gejala-gejala yang timbul jika anda terserang penyakit lupus umumnya adalah kulit akan mudah gosong jika terkena sinar matahari langsung, pegal-pegal, badan terasa lemah dan timbul gangguan pencernaan, kemudian akan muncul ruam-ruam merah di sekitar pipi atau sering disebut butterfly rash, timbul anemia, dan timbul juga gejala kerontokan yang mengakibatkan kebotakan permanen.
Pemeriksaan Medis Penyakit Otak dan Syaraf
  1. Sinar-X Pada Tengkorak
  2. Angiografi Pembuluh Darah Otak (Angiography Cerebr...
  3. Myelography

Gangguan Tidur
  1. Hipersomnia : Karena Kurang Oksigen
  2. Narkolepsi : Serangan Tidur Pada Jam-Jam Kerja
  3. Insomnia (kesulitan tidur)
  4. Sindroma Tidur Apneu - Sebabkan Berkurangnya Oksig...
  5. Parasomnia : Mimpi Yang Hidup

Infeksi Otak dan Medula Spinalis
  1. Meningitis Kronis : Peradangan Selaput Otak
  2. Infeksi Virus Pada Otak
  3. Abses Otak : Timbuan Nanah Didalam Otak
  4. Empiema Subdural : Nanah di Otak
  5. Infeksi Parasit Pada Otak & Medula Spinalis
  6. Cavernous Sinus Thrombosis

Kelainan Saraf Kranial
  1. Neuralgia Trigeminal (tic douloureux)
  2. Neuralgia Glossofaringeal- Nyeri Tenggorokan & Tel...
  3. Bell's Palsy : Kelainan Saraf Wajah
  4. Paralisa Bell : Kelemahan Wajah Pada Satu Sisi
  5. Conjugate Gaze Palsy
  6. Diffuse Axonal Injury - Sebabkan Hilang Kesadaran
  7. Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)
  8. Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve...
  9. Internuclear Ophthalmoplegia
  10. Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerak...
  11. Kelumpuhan syaraf cranial ke-3 (syaraf oculomotor)...
  12. Kelumpuhan syaraf cranial ke-4 (syaraf Trochlear)
  13. Kelumpuhan syaraf cranial ke-6 (syaraf abducens)

Penyakit Yang Disebabkan Prion
  1. Penyakit Creutzfeldt-Jakob (Sapi Gila)
  2. Penyakit Gerstmann-Straussler-Scheinker
  3. Kuru : Fungsi Mental Merosot & Hilang Koordinasi O...
Penyakit Multiple Sklerosis
  1. Sklerosis Multipel ( Multiple Sclerosis)
  2. Penyakit Demyelination Primer Lain

Kelainan Gerak
  1. Mioklonus Multifokal
  2. Sindroma Tourette
  3. Penyakit Huntington (korea Huntington)
  4. Distonia : Kelainan Gerak Bisa Muncul Pada Anak-An...
  5. Tremor
  6. Kram
  7. Cara Hentikan Cegukan
  8. Kecegukan (Hiccups)
  9. Korea & Atetosis - Gerak Tubuh Tak Terkendali
  10. Penyakit Parkinson
  11. Kelumpuhan Supranuklear Progresif
  12. Sindroma Shy-Drager : Kemunduran Sistem Saraf
  13. Kelainan Koordinasi
  14. Ataksia (ataxia)- kegagalan kontrol otot
  15. Parkinsonism
  16. Multiple System Atrophy : Otot Kaku & Hilang Koord...
  17. Gerenyet (Tics): Pada Anak-Anak
  18. Chorea, Athetosis, dan Hemiballismus - Gerakan Tub...

Kelainan Saraf Tepi
  1. Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis)-Membuat Kelem...
  2. Mononeuropati (kerusakan saraf perifer)
  3. Sindroma guillain-barr (Polineuritis asendens akut...
  4. Kelainan Perangsangan Otot
  5. Kelainan Pleksus (Bisa Membuat Nyeri & Kelemahan P...
  6. Sindroma Saluran Torakikus (Membuat Nyeri Pada Tan...
  7. Polineuropati
  8. Neuropati Herediter
  9. Atrofi Muskuler Spinalis
  10. Gangguan Perangsangan Otot
  11. Multiple Mononeuropathy
  12. Gangguan Simpul Neuromuskular
  13. Botulisme : Merusak Fungsi Saraf
  14. Sindrom Eaton-Lambert : Membuat Otot Jadi Lemah

Gangguan Otot
  1. Miopati Miotonik : Otot Tak Bisa Rileks
  2. Penyakit Penimbunan Glikogen
  3. Miastenia Gravis : Gangguan Otot Parah

Penyakit Medula Spinalis
  1. Cedera Medula Spinalis Akibat Kecelakaan
  2. Kompresi Medula Spinalis
  3. Spondilosis Servikalis
  4. Kista Medula Spinalis & Otak
  5. Mielitis Transversus Akut
  6. Gangguan Aliran Darah Ke Medula Spinalis
  7. Hematoma Spinalis
  8. Kelainan Akar Saraf Medula Spinalis
  9. Ruptur Diskus Vertebralis
  10. Hereditary Spastic Paraparesis (HSP)
  11. Syrinx : Rongga Berisi Cairan Pada Tulang Belakang...
  12. Tropical Spastic Paraparesis/HTLV-1 yang Berhubung...
  13. Degenerasi Kombinasi Subakut : Membuat Lemah Tubuh...

Nyeri
  1. Tata Laksana Nyeri
  2. Herniated nucleus pulposus (slipped disk)/HNP
  3. Sciatica..Kaku Pada Kaki
  4. Nyeri Punggung Bawah
  5. Latihan Untuk Mencegah Nyeri Punggung Bawah

Kejang
  1. Kejang, Mengapa Bisa Terjadi?
  2. Seluk Beluk Epilepsi

Cidera Kepala
  1. Cedera Kepala, Bagaimana Menanganinya?
  2. Tengkorak Retak
  3. Luka Memar dan Goresan pada Otak
  4. Hati-hati Gegar Otak

Tumor Pada Sistem Saraf
  1. Ada apa dengan Tumor Otak
  2. Tumor Medula Spinalis
  3. Neurofibromatosis : Benjolan di kulit dari jaringa...
  4. Sindroma Paraneoplastik
  5. Kerusakan Sistem Saraf Karena Penyinaran

Gangguan Kesadaran
  1. Stupor & Koma : Gangguan Kesadaran

Gangguan Mental
  1. Misteri Keguguran Berulang
  2. Fibromyalgia, Penderita di Indonesia Tertinggi, Ba...
  3. Delirium : Penurunan Kesadaran
  4. Demensia : Penurunan Kemampuan mental
  5. Alzheimer (Kepikunan)

Kelainan Penciuman dan Pengecapan
  1. Kelainan Penciuman & Pengecapan

Pusing dan Vertigo
  1. Seluk Beluk Vertigo
  2. Seba Serbi Pusing (Pening)
  3. Pengaruh Usia Pada Kejadian Pening atau Pusing
  4. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Posit...

Sakit Kepala
  1. Seluk Beluk Sakit Kepala
  2. Sakit Kepala Migren
  3. Sakit Kepala Tension : Ketegangan Otot
  4. Sakit Kepala Cluster : Sakit Kepala Hebat -Dapat M...

Stroke
  1. Stroke : Telaah Lebih Jauh
  2. Stroke Iskemik
  3. Perdarahan Intrakranial
  4. Serangan Iskemik Sesaat
  5. Hemorrhagic Stroke : Dengan Pendarahan
  6. Intracerebral Hemorrhage : Pendarahan didalam Otak...
  7. Subarachnoid Hemorrhage : Pendarahan Gawat Otak

Artikel Terkait

Penyakit Otak dan Syaraf
Pada musim penghujan biasanya nyamuk dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Banyak sekali penyakit yang dapat ditularkan oleh hewan kecil yang satu ini. Salah satunya adalah penyakit kaki gajah (filariasis). Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria (Wuchereria bancrofti). Cacing ini dapat ditularkan melalui berbagai gigitan nyamuk kecuali nyamuk mansoni. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembengkakan kaki, lengan dan alat kelamin baik pada pria maupun wanita. Akibatnya penderita penyakit kaki gajah tidak dapat bekerja secara optimal, bahkan hidupnya harus selalu tergantung pada orang lain.

Di Indonesia, penyakit ini tersebar luas hampir diseluruh propinsi. Berdasarkan hasil survei pada tahun 2000 tercatat sebanyak 1553 desa yang tersebar di 231 kabupaten dan 26 propinsi, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Untuk menanggulangi penyebaran penyakit kaki gajah agar tidak semakin meluas, maka melalui organisasi WHO menetapkan kesepakatan global yaitu memberantas penyakit kaki gajah sampai tuntas. Di Indonesia sendiri pada tahun 2002 sudah dimulai pelaksanaan pemberantasan penyakit kaki gajah secara bertahap di 5 kabupaten percontohan. Program pemberantasan dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan DEC dan Albendasol untuk setahun sekali selama 5 tahun.

DEC (Diethil Carbamazine Citrate) Obat Kaki Gajah


Memang selama lebih dari 40 tahun untuk pengobatan penyakit kaki gajah, baik secara perorangan maupun secara massal menggunakan DEC (Diethil Carbamazine Citrate). DEC bersifat membunuh mikrofilaria dan makrofilaria ( cacing dewasa). Sampai saat ini DEC merupakan satu-satunya obat penyakit kaki gajah yang efektif, aman dan relatif murah. Pada pengobatan perorangan bertujuan untuk menghancurkan parasit dan mengeleminasi, guna mengurangi atau mencegah rasa sakit. Aturan dosis yang dianjurkan untuk 6 mg/kg berat badan/hari selama 12 hari diminum sesudah makan, dalam sehari 3 kali. Pada pengobatan massal, digunakan pemberian DEC dosis rendah dengan jangka waktu pemberian yang lebih lama, misalnya dalam bentuk garam DEC 0,2 % - 0,4 % selama 9-12 bulan. Untuk orang dewasa digunakan 100 mg/minggu selama 40 hari.

Siklus Hidup Cacing Filaria


Siklus hidup cacing filaria dapat terjadi dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk tersebut menggigit dan menghisap darah orang yang terserang filariasis, sehingga mikrofilaria yang terdapat ditubuh penderita ikut terhisap kedalam tubuh nyamuk. Mikrofilaria tersebut masuk kedalam paskan pembungkus pada tubuh nyamuk, kemudian menembus dinding lambung dan bersarang diantara otot-otot dada (toraks). Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang disebut larva stadium I. Dalam waktu kurang lebih satu minggu larva ini berganti kulit, tumbuh menjadi lebih gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II. Pada hari ke sepuluh dan seterusnya larva berganti kulit untuk kedua kalinya, sehingga tumbuh menjadi lebih panjang dan kurus, ini adalah larva stadium III. Gerak larva stadium III ini sangat aktif, sehingga larva mulai bermigrasi mula-mula ke rongga perut (abdomen) kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk.

Apabila nyamuk yang mengandung mikrofilaria ini menggigit manusia. Maka mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (larva stadium III) secara aktif ikut masuk kedalam tubuh manusia (hospes). Bersama-sama dengan aliran darah dalam tubuh manusia, larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh limfe. Didalam pembuluh limfe larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang sering disebut larva stadium IV dan larva stadium V. Cacing filaria yang sudah dewasa bertempat di pembuluh limfe, sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan akan terjadi pembengkakan.
Cacing filaria sendiri memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Cacing dewasa (makrofilaria) berbentuk seperti benang berwarna putih kekuningan. Sedangkan larva cacing filaria (mikrofilaria) berbentuk seperti benang berwarna putih susu.

  2. Makrofilaria yang betina memiliki panjang kurang lebih 65-100 mm dan ekornya lurus berujung tumpul. Untuk makrofilaria yang jantan memiliki panjang kurang lebih 40 mm dan ekor melingkar. Sedangkan mikrofilaria memiliki panjang kurang lebih 250 mikron, bersarung pucat.

  3. Tempat hidup makrofilaria jantan dan betina di saluran limfe dan kelenjar limfe. Tetapi pada malam hari mikrofilaria terdapat didalam darah tepi sedangkan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler alat-alat dalam seperti paru-paru, jantung dan hati.


Waspadai Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)


Kita bisa mendiagnosa seseorang terserang penyakit kaki gajah berdasarkan gejala-gejala klinis akut atau kronis melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pada jari si penderita. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan pada pada pukul 20.00 waktu setempat. Karena pada saat malam hari mikrofilaria terdapat didalam darah tepi penderita. Jika memang ditemukan mikrofilaria didalam darah si penderita, maka orang tersebut telah dinyatakan terserang penyakit kaki gajah (filariasis). Jika seseorang telah terserang filariasis akut, maka gejala-gejala klinis yang akan tampak antara lain :

  1. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila si penderita beristirahat dan muncul lagi jika si penderita bekerja berat.

  2. Pembengkakan kelenjar getah bening, sehingga terlihat bengkak didaerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

  3. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada dan buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.
    Sedangkan untuk gejala klinis filariasis kronis yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, dan buah zakar (elephantiasis skroti).


Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati, mungkin itu adalah ungkapan yang sangat tepat untuk menghindari penyakit kaki gajah. Karena jika kita telah terinfeksi oleh cacing filaria akan sangat sulit sekali untuk mengobatinya serta memerlukan waktu yang lama. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah serangan penyakit kaki gajah,misalnya:
  1. Berusaha menghindarkan diri dari nyamuk vector dengan caramenggunakan kelambu sewaktu tidur.
  2. Menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk.
  3. Menggunakan obat nyamuk semprot atau bakar.
  4. Bisa juga dengan mengoleskan kulit dengan lotion anti nyamuk.
  5. Memberantas jentik-jentik nyamuk dengan cara bak air dirumah.
  6. Menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk.
  7. Serta membersihkan pekarangan dan lingkungan disekitar rumah anda.


Dengan melakukan hal-hal tersebut setidaknya kita telah berusaha mengurangi resiko terjangkitnya penyakit kaki gajah maupun penyakit-penyakit lain yang juga bisa ditularkan oleh nyamuk. Karena membiasakan diri untuk hidup bersih adalah kunci utama untuk menuju kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani.***

Kali ini Artikel Bagus akan berbagi artikel kesehatan tentang  Artikel Masalah Kesehatan. Mudah-mudahan Artikel Masalah Kesehatan dapat bermanfaat bagi pembaca artikel bagus. Berikut ini artikel lengkap tentang masalah kesehatan.

Masalah Kesehatan dapat tumbuh dari berbagai penyebab, sebagian besar dari mereka karena adanya perubahan fungsi tubuh baik itu secara fisiologis ataupun anatomi. Namun kebanyakan masalah kesehatan ditumbulkan oleh Stress.
Penelitian menemukan bahwa mental dari pikiran kita atau  Stress dapat mempengaruhi berbagai masalah kesehatan tubuh seseorang secara fisik.
Bila kita berada dibawah tekanan, baik fisik, mental atau emosional, maka fungsi sistem kekebalan tubuh secara signifikan menurun yang membuat kita rentan terhadap penyakit, ketika tubuh kita berada dalam tekanan, maka tubuh kita seperti diporsir untuk bekerja lebih, seperti orang yang sedang mengalami serangan jantung atau Stroke.
Namun setiap orang masing masing memiliki perbedaan reaksi terhadap Stress, ada yang bisa beradaptasi atau tubuh dan pikiran kita dengan mudah dapat menanggulangi ketika stress, ada juga tubuh yang menolak jika mengalami stress, nah proses adaptasi ini bisa disebabkan oleh faktor Keturunan dan tahapan hidup.
Stress tidak hanya mempengaruhi mental seseorang, namun bisa menggangu fungsi tubuh lain contohnya   
  • Sistem Reproduksi 
  • Gangguan Pencernaan 
  • Kelenjar Endokrin ( yang mengatur metabolisme, pertumbuhan, pengembangan) 
  • Sistem Kekebalan Tubuh
  •  Hati dan Pembuluh darah 
  • Gangguan Otak akibat supply pembuluh darah terganggu
Stress tidak hanya berpengaruh terhadap Masalah Kesehatan secara fisik, namun terhadap mental diri seseorang pun dapat terjadi contohnya :
  • Terbiasa Lekas Marah 
  • Tidak bisa berkonsentrasi penuh 
  • Kurang Bersabar 
  • Kurang bisa mengambil suatu keputusan atau ragu-ragu 
  • Insomnia

Bagi yang memiliki obesitas atau berat badan berlebih dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti :
  • Diabetes 
  • Penyakit Jantung Koroner 
  • Kolesterol tinggi 
  • Hipertensi 
  • Penyakit Kantong Empedu 
  • Permasalahan Kesuburan 
  • Komplikasi kehamilan
Berikut tips untukmenjaga kesehatan tubuh kita baik itu fisik dan mental kita :
  • Istirahat yang cukup, agar tubuh kita berfungsi secara optimal baik itu fisik maupun mental. 
  • Makan makanan bergizi, bernutrisi tinggi, dan rendah kolesterol 
  • Berolahraga, bersepeda, dan jalan santai 
  • Berjemur sinar matahari di pagi hari, karena akan merangsang mood Anda 
  • Jauhi alkohol, Rokok dan Narkoba
A.    Defenisi Pendidikan dalam Keperawatan
  • Untuk mengatahui  definisi pendidikan  dalam perspektif kebijakan, kita telah memiliki rumusan formal dan   operasional, sebagaimana termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, yakni: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
  • Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga kelompok dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
  • Pendidikan dalam keperawatan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sesuai dengan ilmu dan kiat keperawatan yang dimilikinya sehingga dapat diaplikasikan dalam bentuk pelayanan professional yang berbentuk bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga kelompok dan masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
  • Pendidik kesehatan adalah : seseorang yang memberi pendidikan maupun bimbingan kepada  orang lain dibidang kesehatan, dengan tujuan terjadinya perubahan tingkah laku positif  tentang kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.
  • Peserta didik adalah : klien (individu,keluarga,masyarakat) yang mendapatkan materi pendidikan atau bimbingan di bidang kesehatan, sehingga klien tersebut secara mandiri mau melakukan perubahan tingkah laku yang positif dan permanen dalam meningkatkan derajat kesehatannya.
B.     Sejarah dan Perkembanagan Pendidikan Keperawatan
       1.      Sejarah Pendidikan Keperawatan
  • Zaman purbakala ( Primitif Culture )
Manusia percaya bahwa apa yang ada di bumi, mempunyai kekuatan spritual/mistik yang mempengaruhi kehidupan manusia (animisme) Sakit di sebabkan oleh kekuatan alam/kekuatan gaib (batu-batu besar, gunung tinggi & pohon-pohon besar) serta masyarakat masih percaya pada dukun
  • Zaman mesir
Masyarakat percaya dewa ibis mampu menyembuhkan penyakit di Cina, syetan sebagai penyebab penyakit akibatnya perawat tidak di perkenankan untuk merawat.
  • Pertengahan abad VI masehi
Keperawatan berkembang di benua asia tepatnya asia barat daya yaitu timur tengah seiring dengan  perkembangan agama Islam.
  • Abad VII
Di jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti ilmu pasti, ilmu kimia, hygiene dan obat-obatan.
Keperawatan mengalami kemajuan dengan prinsip dasar kesehatan pentingnya kebersihan diri (personal hygiene), kebersihan makanan, air & lingkungan. Tokoh yang terkenal dari dunia arab pada masa itu adalah Rafidah.
  • Permulaan abad XVI
Orientasi masyarakat pada saat terjadi perang dimana rumah ibadah banyak yang tutup yang biasanya di gunakan untuk merawat orang sakit.
Perawat di gaji rendah dengan jam kerja yang lama pada kondisi kerja yang buruk. Sisi positif dari perang untuk perkembangan keperawatan korban banyak membutuhkan tenaga sukarela sebagai perawat (orde-orde agama, istri yg mengikuti suami perang & tentara-tentara yang merangkap sebagai perawat) konsep P3K.
Rumah sakit yang berperan besar tahap perkembangan keperawatan pada masa kini (zaman pertengahan) yaitu hotel Dieu di Lion awalnya perawat mantan seks yang bertobat, tidak lama kemudian menggunakan perawat yang terdidik dari rumah sakit tersebut.
Hotel Dieu di Paris orde agama, setelah revolusi orde agama dihapus di ganti orang-orang bebas yang tidak terikat agama, pelapor perawat terkenal rumah  sakit ini yaitu Genevieve Bouquet
St. Thomas Hospital, di dirikan tahun 1123 M Florence Nigtingale memperbaharui keperawatan.
  • Pertengahan abad XVIII – XIX
Keperawatan mulai di percaya orang yaitu Florence Nigthingale.
Beliau lahir tahun 1820 dari keluarga kaya, terhormat, tumbuh & berkembang di Inggris, di terima mengikuti kursus pendidikan perawat usia 31 tahun.
     2.      Perkembangan Keperawatan Di Indonesia
Masa pemerintahan Belanda
  • Perawat berasal dari penduduk pribumi (Velpleger) di bantu penjaga orang sakit (Zieken Oppaser)
  • Bekerja di R.S Binnen Hospital di Jakarta (1799) memelihara kesehatan staf & tentara Belanda
  • Membentuk dinas kesehatan tentara & dinas kesehatan rakyat
Masa VOC (Gubenur Inggris Rafles 1812-1816)
  • Kesehatan adalah milik manusia melakukan pencacaran umum.
  • Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguann jiwa.
  • Memperhatikan kesehatan & perawatan para tahanan.
  1. 3.      Perkembangan Organisasi Profesi Keperawatan
Beberapa organisasi keperawatan
  1. ICN (International Council of Nurses) organisasi profesional wanita pertama di dunia di dirikan tgl 1 Juli 1899 o/ Mrs.Bedford Fenwick.
Tujuannya:
  • Memperkokoh silaturahmi perawat seluruh dunia
  • Memberi kesempatan bertemu bagi perawat di seluruh dunia untuk membicarakan masalah keperawatan.
  • Menjunjung peraturan dlm ICN agar dapat mencapai kemajuan dalam pelayanan, pendidikan keperawatan berdasarkan kode etik profesi keperawatan.
  1. ANA di dirikan tahun 1800 yg anggotanya dari negara- negara bagian, berperan:
  • Menetapkan standar praktek keperawatan.
  • Canadian Nurse Association (CNA) tujuan sama dengan ANA memberikan izin praktek keperawatan mandiri.
  1. NLN (National League for Nursing) di dirikan tahun 1952, tujuan untuk pengembangan & peningkatan mutu pelayanan keperawatan & pendidikkan keperawatan.
  2. British Nurse Association di dirikan tahun 1887, tujannya:
memperkuat persatuan & kesatuan seluruh perawat di Inggris & berusaha memperoleh pengakuan terhadap profesi keperawatan.
  1. PPNI di dirikan 17 Maret 1974.
  1. C.    Tujuan Pendidikan Dalam Keperawatan
Tujuan pendidikan sering bersifat sangat umum, seperti menjadi manusia yang baik, bertanggung jawaab, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara, dan sebagainya.
Dalam dunia pendidikan dikenal sejumlah usaha untuk menguraikan tujuan yang sangat umum tersebut. Salah seorang diantaranya adalah Herbert Spencer (1860) yang menganalisis tujuan pendidikan dalam lima bagian, yang berkenaan dengan:
  1. Kegiatan demi kelangsungan hidup.
  2. Usaha mencari nafkah.
  3. Pendidikan anak.
  4. Pemeliharaan hubungan dengan masyarakat dan negara.
  5. Penggunaan waktu senggang.
Tujuan pendidikan yang dikemukakan Herbert Spencer tersebut didasarkan atas apa yang dianggapnya paling berharga dan perlu untuk setiap orang bagi kehidupannya dalam masyarakat.
Bloom cs mebedakan tiga kategori tujuan pendidikan, yaitu :
  1. 1.      Kognitif (head)
Tujuan kognitif berkenaan dengan kemampuan individual mengenal dunia sekitarnya yang meliputi perkembangan intelektual atau mental. Tujuan kognitif dibagi dalam 6 bagian, yaitu;
a)      Knowledge (Pengetahuan)
Meliputi informasi dan fakta yang dapat dikuasai melalui hafalan untuk diingat.
b)      Comprehension (Pemahaman)
Merupakan kesanggupan untuk menyatakan suatu definisi, rumusan, menafsirkan suatu teori.
c)      Application (Penerapan)
Merupakan kesanggupan menerapkan atau menggunakan suatu pengertian, konsep, prinsip, teori yang memerlukan penguasaan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam.
d)     Analysis (Analisis)
Yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu dalam unsur-unsurnya misalnya analisis hubungan antara masyarakat dengan alam dan jagad raya.
e)      Synthesis (Sintesis)
Yaitu kesanggupan untuk melihat hubungan antara sejumlah unsur.
f)       Evaluation (Penilaian)
Penilaian berdasarkan bukti-bukti atau kriteria tertentu.
  1. 2.      Afektif (heart)
Tujuan afektif mengenai perkembangan sikap, perasaan, dan nilai-nilai atau perkembangan emosional dan moral.  Tujuan afektif dibagi dalam 5 bagian, yaitu;
a)      Receiving
Menerima, menaruh perhatian terhadap nilai tertentu.
b)      Responding (Merespon)
Yaitu memperlihatkan reaksi terhadap norma tertentu, menunjukan kesediaan dan kerelaan untuk merespon, merasa puas dalam merespon.
c)      Valuing (Menghargai)
Yaitu menerima suatu norma, menghargai suatu norma, dan mengikat diri pada norma tersebut.
d)     Organization (Organisasi)
Membentuk suatu konsep tentang suatu nilai, menyusun suatu sistem nilai-nilai.
e)      Characterization by Value or Value Complex
Mewujudkan nilai-nilai dalam pribadi sehingga merupakan watak seseorang, norma itu menjadi bagian diri pribadi.
  1. 3.           Psikomotor (hand)
Tujuan psikomotor menyangkut perkembangan keterampilan yang mengandung unsur motoris.
Peran perawat tidak hanya care giver (pemberi asuhan) saja tetapi juga sebagai concelor, educator dan concultant, sehingga dengan perannya tersebut seorang perawat memerlukan pengetahuan tentang pendidikan agar bisa memberikan pendidikan secara sistematis sesuai cara, metode dan media pendidikan yang benar dan tepat terhadap klien, sehingga hasil dari pendidikan yang diberikan kepada klien bisa tercapai tepat sasaran dan tepat guna.
Perawat Harus menguasai bidang pendidikan, karena dengan mempelajari ilmu pendidikan seorang mahasiswa prodi keperawatan diharapkan dapat memberi dan menerima informasi yang akan dibutuhkan dalam menghadapi pasien ( orang lain) sehingga mampu mengarahkan pada pencapaian kompetensi profesional.
  1. D.    Fungsi Pendidikan Keperawatan
    1. Fungsi pendidikan
Fungsi ini terdiri atas tiga hal yang perlu mendapat perhatian yaitu :
  1. Peserta didik dalam hal kaulifikasi/persyaratan, mekanisme seleksi dan penerimaan, serta daya tampung peserta didik.
  2. Proses pendidikan yang mencakup tujuan pendidikan/rumusan kompetensi, kurikulum pendidikan, proses pembelajaran/evaluasi hasil belajar, fasilitas sumber daya pendidikan, dan rumah sakit pendidikan.
  3. Lulusan yang mencakup kaulifikasi/persyaratan, mekanisme penilaian akhir/keprofesian, dan jumlah yang diluluskan dan sebaran.
  4. Fungsi penelitian
Fungsi ini mencakup :
  1. Berperan aktif dalam riset dasar dan terapan, pengembangan ilmu pengetahuan ilmu keperawatan, mengembangangkan teknologi keperawatan, meningkatkan mutu, dan memperluas jangkauan pelayanan
  2. Manfaatkan tekhnologi maju secara tepat dalam rangka meningkatkan mutu dan memperluas jangkauan pelayanan professional
  3. Melaksanakan berbagai bentuk kegiatan ilmiah yang meliputi ceramah/diskusi ilmiah, forum ilmiah, tulisan ilmiah/majalah ilmiah dan pengawal ilmu keperawatan.
  4. Fungsi pengabdian masyarakat
Fungsi ini mencakup :
  1. Pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai bentuk, sifat dan jenjang pelayanan kepada masyarakat, serta membangun model pelayanan/asuhan keperawatan
  2. Pendidikan dan bimbingan masyarakat dengan cara membina kemampuan masyarakat mengatasi masalah keperawatan yang dihadapi.
  3. Mengarahkan kemampuan masyarakat untuk mengorganisir dan melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan professional
  4. Memberi konsultasi dalam keperawatan kepada berbagai pihak yang memerlukan.
  1. E.     Peran Pendidikan Tinggi Keperawatan
    1. Membina sikap pandangan dan kemampuan professional
Pendidikan tinggi keperawatan sangat berperan dalam membina sikap, pandangan dan kemampuan professional, lulusannya. Diharapkan perawat mampu bersikap dan berpandangan professional, berwawasan keperawatan yang luas, serta mempunyai pengetahuan ilmiah keperawatan yang memadai, dan menguasai keterampilan professional secara baik dan benar (Husin, 1966).
Sebagai perawat profesioanal diperoleh kepuasaan kerja yang selanjutnya memacu pencapaian kemampuan melalui penampilan kerja yang lebih baik lagi. Kemampuan berpikir kritis dalam mengambil keputusan serta mampu mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakan yang dilakukan merupakan salah satu factor utama tercapainya kepuasaan kerja (Jones dan Beck, 1996). Kepuasaan kerja perawat akan menghasilkan kepuasaan pada pemakai jasa keperawatan, baik masyarakat maupun intitusi tempat bekerja.
  1. Meningkatkan mutu pelayanan/ askep dan kesehatan
Pendidikan keperawatan menghasilkan perawat yang bersikap professional mencakup keterampilan intelektual, interpersonal, dan tekhnikal, mampu mempertanggungjawabkan secara legal, keputusan dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan standar dan kode etik profesi, serta dapat menjadi contoh peran bagi perawat lain.
Teori dan model keperawatan dapat dikatakan bermanfaat, jika bisa diterapkan dipelayanan, begitu pula dengan system manajemen keperawatan yang dipelajari selama pendidikan. Fasilitas pelayanan yang dapat digunakan sebagai sumber pendidikan yang diharapkan cukup kondusif untuk proses pembelajaran peserta didik (Hamid, 1997)
  1. Menyelesaikan masalah keperawatan dan mengembangkan iptek keperawatan melalui keperawatan
Kerja sama yang terjalin dengan baik antara institusi pendidikan dan pelayanan memungkinkan terjadinya transformasi IPTEK, termasuk teridentifikasinya masalah kesehatan, khususnya yang terkait dengan masalah keperawatan untuk penelitian keperawatan yang bertujuan menghasilkan jawaban terhadap pertanyaan, menghasilkan solusi masalah, baik melalui produk berupa tekhnologi atau metode baru maupun produk jasa serta menguji teori berdasarkan kondisi atau fakta baru. (Leddy dan Pepper, 1993; Mayer, Medden dan Lawrence, 1990)
  1. Meningkatkan kehidupan keprofesian melalui organisasi profesi
Pendididkan tinggi keperawatan akan memfasilitasi perkembangan kehidupan organisasi keperawatan untuk lebih professional. Dengan pendidikan profesioanal, perawat sebagai anggota dari suatu organisasi profesi akan lebih memahami dan menghayati peran, tanggung jawab, dan haknya sebagai anggota organisasi profesi yang memiliki sifat, pandangan, dan kemampuan professional sangat memungkinkan organisasi keperawatan berperan sabagai pengendali mutu pelayanan asuhan keperawatan kepada masyarakat melalui pengaturan hak, tanggung jawab, dan kewengan tiap perawat berdasarkan kompetensi yang dimiliki (SCHMALE,1996).
Selain itu, organisasi profesi akan lebih berperan dalam proses pengembangan dan pembinaan keterampilan professional dan menerapkan kode etik profesi bagi tiap anggotanya melalui pengaturan dan pengadaan system pendidikan berkelanjutan serta mengendalikan pemanfaatan dan pengembangan IPTEK keperawatan(husin, 1999).
  1. F.     Penataan Pendidikan Tinggi Keperawatan
Penataan pendidikan ini dimulai dengan penataan system pendidikan keperawatan yang dimulai dari:
  1. Program pendidikan D-III keperawatan program pendidikan ini akan menghasilkan perawat Vokasional (ahli madya keperawatan) yang dikembangkan dengan landasan keilmuan dan keprofesian serta diharapkan memiliki tingkah laku dan kemampuan professional serta akuntabel dalam melaksanakan asuhan keperawatan dasar secara mandiri dibawa sepervisi. Mereka diharapkan mempunyai kemampuan mengelolah peraktek keperawatan yang sesuai dangan kebutuhan klien.
  2. Program pendidikan ners
Program pendidikan ini menghasilkan sarjana keperawatan dan professional (Ns = first professional degree) dengan sikap, tingkah laku, dan kemampuan professional, serta akuntabel untuk melaksanakan asuhan keperawatan dasar sampai dengan tingkat kerumitan tertentu secara mandiri. Mereka dituntut untuk memiliki kemampuan dalam meningkatkan mutu pelayanan dengan memanfaatkan IPTEK keperawatan yang maju secara tepat guna, serta kemampuan melaksanakan riset keperawatan dasar dan penerapan yang sederhana.
  1. Program magister keperawatan program ini menghasilkan perawat ilmuan (scintist) dengan sikap tingkah laku dan kemampuan sebagai ilmuan keperawatan yang diharapkan mempunyai kemampuan: meningkatkan pelayanan profesi dengan jalan penelitian dan pengembangan, berpartisipasi dalam pengembangan bidang ilmunya, mengembangkan penampilanya dalam spectrum yang lebih luas dengan mengaitkan ilmu/profesi yang serupa serta merumuskan pendekatan penyelesaian berbagai masalah masyarakat dengan cara penalaran ilmiah (keputusan Mendikbud Nomor.056/U/1994/pasal 2 ayat 3).
  2. Program pendidikan ners spesialis
Program pendidikan ini menghasilkan perawat ilmuan (magister) dan professional (Ns spesialis = second professional degree) dengan sikap, tingkah laku, dan keterampilan professional serta akuntabel untuk melaksanakan prektik keperawatan spesialistik ners spesialis merupakan ilmuan dalam bidang ilmu keperawatan klinik dengan kemampuan dan tanggung jawab sebagai ilmuan klinik (SK Mendikbud No.056/U/1994).
  1. G.    Sistem Pendidikan Tinggi Keperawatan
Kata sistem menjadi populer dengan munculnya pendekatan sistem yang digunakan dalam berbagai bidang ilmu. Sistem secara teknis berarti seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekrja bersama – sama untuk mencapai suatu tujuan . kata sistem berasal dari bahasa latin (syst dan ema) dan bahasa yunani (sust dan ema ) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan suatu kesatuan yang berintraksi, ketika suatu model matematika sering kali dapat buat.
sistem merupakan kesatuan bagian – bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. misalnya, negara yang merupakan suatu kumpulan dalam beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dengan rakyat sebagai penggeraknya. ‘’ sistem’’ sering kali digunakan baik dalam prcakapan sehari-hari , forum diskusi maupun dokumen ilmiah.
Landasan pembangunan sistem pendidikan tinggi keperawatan di indonesia merupakan bagian terintegrasi dari sistem pendidikan tinggi nasional karena hakikat pendidikan tinggi keperawatan sebagai pendidikan profesi dan tuntutan kebutuhan masyarakat. Melalui pelaksanaan tiga fungsi pokok pendidikan tinggi keperawatan, yaitu pendidikan keperawatan, riset keperawatan dan pengabdian masyarakat ,di harapkan pendidikan tinggi keperawatan menghasilkan berbagai karakter dan sifat lulusan yang kompoten dalam bidang pelayanan dan konsultasi keperawatan bagi masyarakat. Pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan merupakan pandangan filosifis atau paradigma tentang keperawatan , orientsi pendidikan tinggi , kerangka konsep pendidikan tinggi keperawatan , dan kelompok ilmu keperawatan.
  1. H.    Pendidikan Profesi Keperawatan
Pendidikan tinggi keperawatan dikembangkan berdasarkan dan bertolak dari paradigma keperawatan. Orientasi pendidikan tinggi keperawatan yang mantap dan kerangka konsep pendidikan tinggi yang kokoh memungkinkan profesi keperawatan menghadapi masa depan dan tidak tergoyangkan oleh perubahan – perubahan pandangan perorangan, terutama yang bersifat menyimpang dari hakikat keperawatan yang sesungguhnya. Kperawatan berkeyakinan dan berpandangan bahwa manusia dan kemanusian merupakan focus utama dari setiap upaya pelayanan keperawatan dengan menjunjung tinggi nilai dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Bertolak dari pandangan ini disusun paradigm keperawatan yang terdiri dari 4 konsep yaitu manusia, lingkungan, sehat, dan Keperawatan.
Kelly  (1981) dalam Ma’rifin (2003) mengembangkan criteria profesi meliputi :
  1. Layanan yang diberikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kemanusiaan.
  2. Adanya body of knowledge yang khusus dipelajari dan dikembangkan melalui proses penelitian.
  3. Layanan yang diberikan termasuk aktivitas intelektual, tanggung jawab dan tanggung gugat secara individu merupakan suatu tangtangan yang besar dan harus dijawab.
  4. Perawat praktisi relative bebas dan dapat mengontrol kebijakan dan aktivitas yang mereka perbuat (otonomi).
  5. Perawat praktisi harus memiliki dasar pendidikan di institusi pendidikan tinggi.
  6. Pearwat praktisi`memberikan pelayanan dengan motivasi altruistikdan menganggap bahwa pekerjaan yang mereka lakukan merupakan kegiatan terpenting di hidupnya
  7. Terdapat kode etik yang memberikan panduan dalam mengambil keputusan dan meneruskan praktik yang mereka lakukan
  8. Terdapat organisasi profesi yang dapat memberikan bantuan dan dorongan dalam menerapkan standar praktek keperawatan.
Pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi mengarahkan hasil pendidikan menjadi tenaga professional. Melalui sistim pendidikan ini, dihasilkan perawat yang dapat menjalankan peran dan fungsinya sesuai dengan tuntutan profesi untuk memberikan pelayanan professional kepada masyarakat. Peran perawat sebagai :
  1. Mitra kerja
Hubungan perawat-klien merupakan hubungan yang memerlukan kerja sama yang harmonis atas dasar kemitraan sehingga perlu dibina rasa saling percaya, mengasihi dan menghargai.
  1. Sumber informasi
Perawat harus mampu memberikan informasi yang akurat, jelas, dan rasional kepada klien dalam suasana yang bersahabat dan akrab.
  1. Pendidik
Perawat harus berupaya memberikan pendidikan, pelatihan dan bimbingan pada klien atau keluarganya terutama dalam mengatasi masalah kesehatan.
  1. Pemimpin
Perawat harus mampu memimpin klien atau keluarga untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerja sama dan partisipasi klien.
  1. Wali atau pengganti
Perawat merupakan individu yang dipercaya klien untuk berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat atau rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhan.
  1. Konselor
Perawat harus dapat memberi bimbingan terhadap masalah klien sehingga pemecahan masalah akan mudah dilakukan.
Akan tetapi pendidikan profesi keperawatan yang bertujuan mewujudkan pelayanan professional harus dilandasi oleh kemampuan meneliti dari peserta didiknya. Kemampuan ini ditimbulkan melalui keingintahuan yang tinggi selama proses pendidikan yang dipelihara sedemikan rupa sehingga setelah lulus perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan yang berbasis fakta (Evidence based practice).